Implementasi Smart Farming Otomatis untuk Mengurangi Lonjakan Harga Sayuran
Isi Artikel Utama
Abstrak
Lonjakan harga sayuran sering kali dipicu oleh ketidakseimbangan pasokan akibat cuaca ekstrem yang mengganggu jadwal tanam dan pemeliharaan konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian dan meningkatkan risiko kerugian bagi petani. Penelitian ini mengusulkan implementasi sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT) yang berfokus pada dua fungsi utama, yaitu otomatisasi penyiraman (irigasi) dan otomatisasi pemupukan, sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam perawatan tanaman. Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode manual yang tidak efisien dalam penggunaan air, memakan banyak waktu, serta rentan terhadap kesalahan manusia. Menggunakan sensor soil moisture untuk mendeteksi kelembapan tanah secara real-time, sistem akan mengaktifkan pompa air secara otomatis hanya saat dibutuhkan, sehingga menjamin efisiensi penggunaan air yang lebih tinggi dan mencegah terjadinya over-irigasi. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan mekanisme pemupukan otomatis yang terjadwal sesuai kebutuhan tanaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga kondisi optimal tanaman secara konsisten, meningkatkan efektivitas perawatan, menghemat waktu operasional petani secara signifikan, serta menekan pemborosan air. Dengan efisiensi tersebut, stabilitas produksi dapat terjaga sehingga potensi lonjakan harga akibat kelangkaan pasokan dapat diminimalisir.
Rincian Artikel
Referensi
H. Yang, “The Dynamic Impacts of Weather Changes on Vegetable Price Fluctuations in Shandong Province , China : An Analysis Based on VAR and TVP-VAR Models,” 2022.
N. Aisyah, E. D. Ulhaq, A. Dharmawan, and R. Purbakawaca, “DESIGN OF AN IOT-BASED SMART IRRIGATION SYSTEM USING SOIL,” vol. 11, no. 1, pp. 89–97, 2025.
S. Gupta, S. Chowdhury, R. Govindaraj, and K. T. T. Amesho, “Smart Agricultural Technology Smart agriculture using IoT for automated irrigation , water and energy efficiency,” Smart Agric. Technol., vol. 12, no. June, p. 101081, 2025, doi: 10.1016/j.atech.2025.101081.
F. Dirayati, R. A. Sari, and R. F. Purnomo, “Perancangan dan Implementasi Sistem Smart Agriculture Berbasis Internet of Things untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian JURNAL MEDIA INFORMATIKA [ JUMIN ],” vol. 6, no. 2, pp. 863–872, 2025.
M. K. Rajeg and K. Tangerang, “Pemanfaatan Teknologi Pertanian Cerdas Smart Farming dalam Meningkatkan Efisiensi Produksi Komoditas Pertanian Desa,” vol. 4, no. 2015, pp. 35–42, 2024.
M. Fajri, “Peningkatan Kesejahteraan Petani melalui Penerapan Teknologi Pertanian Berbasis Smart Farming di Desa Durian Kecamatan Janapria,” vol. 1, no. 2, pp. 25–29, 2025.
S. N. Kumar, K. Suriyan, A. T. Jacob, A. Varghese, and E. Francis, “Smart farming for a sustainable future : implementing IoT ‑ based systems in precision agriculture,” 2025.
R. Meiyanti, R. Fitria, and M. M. Munauwar, “Application of a Smart Farming Monitoring System to Optimize Vegetable Production in North Aceh,” vol. 5, no. 2, pp. 1070–1076, 2025.
A. Solichin and L. Nugroho, “Deteksi Dini Gangguan Jaringan Distributed Denial Of Service (DDOS) Menggunakan Metode Shannon Entropy Pada Software Defined Network (SDN),” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 11, no. 3, pp. 461–474, 2024, doi: 10.25126/jtiik.938188.
P. Sistem, I. Otomatis, B. Iot, O. Penggunaan, A. I. R. Pada, and L. Pertanian, “Jurnal Teknik Indonesia,” vol. 3, no. April, pp. 129–137, 2025